Menunaikan ibadah haji merupakan impian semua umat Islam karena ibadah haji adalah ibadah yang memiliki banyak kemuliaan dan keutamaan di sisi Allah Ta’ala. Namun, kita tahu bahwa untuk bisa menunaikan ibadah haji, kita harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Sedangkan, sekarang ini antrean kuota ibadah haji setiap tahun semakin meningkat dan harus menunggu dalam waktu yang cukup lama.
Oleh karena itu, ada alternatif ibadah yang bisa dilakukan oleh umat Islam ketika belum bisa menunaikan haji, yaitu umroh. Umroh merupakan ibadah umat Islam yang hukumnya sunnah dan tata cara pelaksanaannya hampir mirip dengan haji, hanya ada sedikit perbedaan dalam rukunnya. Seperti apa sih tata cara umroh yang lengkap sesuai sunnah? Berikut ulasannya:
Ada beberapa catatan tentang umrah dari kitab Safinah An-Najaa (madzhab Syafiiyah) yang disusun oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dari penjelasan Syaikh Muhammad ‘Ali Ba’athiyyah.
Semoga bisa membantu Anda yang baru akan berumrah.
- Umrah itu wajib sekali seumur hidup, sebagaimana pula haji.
- Syarat wajib umrah: muslim, merdeka, mukallaf (sudah dibebani syariat), mustathi’ (mampu), mampu melakukan perjalanan, dan bebas dari gangguan ketika di perjalanan.
- Rukun umrah ada lima:(a) ihram, (b) thawaf umrah, (c) sai umrah, (d) halq (menggundul) atau taqshir (memendekkan rambut), dan (e) berurutan dalam melalukan rukun.
- Wajib umrah ada dua: (a) ihram dari miqat, (b) menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang saat ihram.
- Miqat zamani (waktu) untuk umrah: setiap waktu.
- Miqat makani (tempat): jika orang yang berada di Mekah, miqatnya adalah tempat terdekat dari tanah halal. Adapun jika selain penduduk Mekah, miqatnya adalah miqat khusus.
- Miqat untuk Tihamah Yaman adalah di Yalamlam. Miqat untuk Najd adalah di Qarnul Manazil. Miqat untuk penduduk Irak dan Khurasan serta yang dari timur adalah di Dzatu ‘Irq. Miqat untuk penduduk Syam dan Mesir serta Magrib adalah Al-Juhfah. Miqat untuk orang Madinah adalah Dzulhulaifah.
- Siapa yang tempat tinggalnya antara miqat dan Mekah, maka miqatnya adalah dari tempat tinggalnya.
- Siapa yang melewati miqat namun tidak berkeinginan untuk manasik, kemudian ia punya keinginan untuk berihram, maka miqatnya adalah di tempat yang ia kehendaki.
- Siapa yang melewati miqat padahal punya keinginan untuk melakukan manasik, maka ia harus kembali ke miqat. Jika ia tidak kembali sebelum masuk manasik, maka ia berdosa dan dikenakan damm.
- Yang wajib ketika thawaf ada sebelas: (a) suci dari hadats besar dan kecil, (b) suci dari najis pada pakaian dan badan, juga tempat thawaf, (c) menutup aurat, (d) memulai thawaf dari Hajar Aswad dan berakhir lagi pada Hajar Aswad, (e) niat thawaf jika ingin melakukan thawaf saja, (f) menghadapkan badan atau sebagian badan ke Hajar Aswad atau sebagiannya ketika berniat, (g) menjadikan Kabah di sebelah kiri dalam setiap thawaf ketika berjalan, (h) berada di luar Kabah, di luar Hijr, di luar Syadzarwan, (i) berada dalam Masjidil Haram, (j) secara yakin mengelilingi Kabah tujuh kali, (k) tidak berpaling pada aktivitas selain thawaf.
- Yang wajib ketika sai ada enam:(a) memulai dari Shafa dan berakhir di Marwah, (b) melintas secara yakin sebanyak tujuh kali, yaitu melintasi Shafa-Marwah dianggap satu lintasan dan melintasi Marwah-Shafa dianggap satu lintasan, (c) melewati semua lintasan antara Shafa dan Marwah, (d) melewati lembah, (e) tidak keluar dari lembah, (f) sai dilakukan setelah thawaf yang sahih.
- Larangan ketika ihram ada sepuluh:(a) mengenakan al-makhith (pakaian berbentuk seperti baju dan celana) bagi laki-laki, (b) menutup kepala atau sebagian kepala, (c) menutup wajah atau sebagian wajah, juga menutup tangan dengan sarung tangan, (d) memakai wewangian pada badan, pakaian, atau kendaraan yang ditunggangi berlaku bagi laki-laki dan perempuan, selama dianggap sebagai thiib (wewangian), (e) meminyaki rambut kepala dan jenggot, (f) jimak (hubungan intim) antara laki-laki dan perempuan, (g) menghilangkan atau mencambut rambut atau kuku, (h) berburu hewan daratan yang liar bagi orang yang berihram di tanah halal, juga bagi yang berihram atau tidak di tanah haram, (i) memotong tanaman di tanah haram kecuali tanaman idzkhir dan semacamnya, (j) melakukan akad nikah.
- Disunnahkan ziarah kubur Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap waktu, lebih-lebih lagi setelah berhaji karena ada anjuran para ulama akan hal ini.
Tata Cara Umroh Lengkap Sesuai Sunnah Beserta Bacaannya
1. Persiapan Umroh
Di antara persiapan umroh, tata cara umroh yang pertama dilakukan adalah membersihkan diri dari kotoran dan najis, yakni:
- Mandi junub (mandi besar)
- Menggunakan wewangian terbaik
- Memotong kuku
- Menipiskan kumis
- Mencukur bulu ketiak juga bulu kemaluan
- Mengenakan pakaian ihram baik untuk laki-laki mau pun perempuan
Pakaian ihram yang digunakan laki-laki berupa dua lembar kain lebar untuk menutupi pundak dan bagian bawah panggul seperti layaknya sarung. Laki-laki dilarang mengenakan pakaian yang membentuk lekuk tubuh, termasuk pakaian dalam.
Sedangkan pakaian ihram untuk perempuan yaitu pakaian yang telah disyariatkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun, tidak dibolehkan memakai cadar/ niqab juga sarung tangan. Hal ini telah dicontohkan istri nabi salallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Aisyah radhiyallahu anhuma yang tidak mengenakan cadar, tetapi sesekali menutup keseluruhan kepalanya jika ada lelaki yang memperhatikannya.
2. Berniat Ihram dari Miqot
Tata cara umroh kedua ialah Miqot. Miqot merupakan tempat yang ditentukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk jamaah berucap ihram pertama, bagi yang punya niatan haji atau umroh.
Namun, miqot jamaah letaknya berbeda-beda, tergantung dari mana datangnya jamaah tersebut, diantaranya sebagai berikut:
- Jika jamaah datang dari arah Madinah, maka wajib berniat ihram di Dzulhulaifah atau yang dikenal dengan Bir Ali.
- Jika jamaah datang dari Syam, seperti Palestina, Lebanon, Yordania dan lainnya, maka miqotnya di Al Juhfah.
- Jika jamaah datang dari arah Riyadh dan sekitarnya, maka miqotnya di Qornul Manazil (As Sailul Kabiir).
- Sedangkan yang datang dari selatan, atau dari arah Yaman, miqotnya di Yalamlam (As Sadiyah).
- Jika jamaah datang dari Irak, miqotnya di Dzatu Irq (Adh Dhoribah).
Itulah lima tempat miqot yang telah ditetapkan Rasulullah. Jika ada yang melewati miqot tanpa berihram (dengan sengaja), wajib kembali lagi dan berihram dari tempat tersebut. Jika tidak, maka baginya damm (denda) dengan menyembelih satu ekor kambing dan disalurkan pada orang-orang miskin di Mekkah.
Lafadz niat ihram
labbaik umroh
yang artinya aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umroh.
3. Menuju ke Mekkah
Setelah mengucap talbiah umroh di miqot, dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut ini, sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi perempuan hingga tiba di Mekkah:
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak.
Artinya: Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.
4. Mulai Aktivitas di Masjidil Haram (Thawaf)
Sesampainya di Makkah, ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan beserta dengan doanya, seperti berikut ini:
Setelah memasuki Masjidil Haram, jamaah bisa ke Hajar Aswad
Sambil menghadap ke Hajar Aswad sambil membaca Allahu akbar atau Bismillah Allahu akbar lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya.
Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswad, atau dengan isyarat dengan tangan dari jauh, tanpa menciumnya.
Thawaf
Rangkaian aktifitas thawaf umroh tersebut dilakukan 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Saat proses tersebut, juga disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.
Rukun Yamani
Disunnahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun tidak dianjurkan mencium rukun Yamani.
Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca:
Robbana aatina fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa adzaban naar
Artinya: Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka. (QS. Al Baqarah: 201)
5. Menuju Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim bukanlah kuburan dan tidak pula tempat yang terkait dengan kuburan lain. Namun di tempat itu Nabi Ibrahim pernah berdiri dalam rangka membangun Kabah. Rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Kaafiruun. Rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas.
Saat di jalan menuju ke Maqam Ibrahim, jamaah disunatkan membaca:
Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla
Artinya: Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat (QS. Al Baqarah: 125)
Sesampainya di Maqam Ibrahim, jamaah diperintahkan untuk sholat sunnah thawaf 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Saat mengerjakan sholat tersebut, rakaat pertama setelah membaca surat Al-Fatihah, membaca surat Al-Kaafirun dan pada rakaat kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas.
Tuntunan membaca surat ini dijelaskan dalam hadist sahih, dari sholat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu yaitu:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan Maqom Ibrahim antara dirinya dan Kabah, lalu beliau laksanakan sholat dua rakaat. Dalam dua rakaat tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun).
Setelah itu, disunnahkan minum air zam-zam yang disediakan di sana, lalu kembali ke Hajar Aswad dengan bertakbir dan mengusapnya juga menciumnya kembali.
6. Sa’i
Sai merupakan berlari-lari kecil diantara Bukit Shafa dan Marwa. Saat di Bukit Shafa, jamaah diperintahkan untuk naik ke atas bukit, lalu menghadap Kabah dari atas.
Bacaan Sa’i
Saat melihat Kabah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan membaca:
Allahu akbar (3x),
Laa illaha illallahu wahdahulaa syariikalahuu, lahuulmulku wa lahuul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kullii syai’in qadiir
Artinya: Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x). Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.
7. Bertahallul
Tahallul adalah akhir dari pelaksanaan ibadah umroh yang ditandai dengan bercukur. Untuk laki-laki lebih baik dicukur sampai gundul, tapi jika tidak sampai gundul tidak mengapa. Sedangkan untuk tata cara umroh wanita hanya dicukur ala kadarnya.
Dengan melakukan tahallul, maka sudah sempurna tata cara ibadah umroh lengkap sesuai sunnah.
Keutamaan Ibadah Umrah
Meski bukan yang utama, ibadah umroh tidak kalah istimewanya dengan ibadah haji. Jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, maka ibadah umroh akan mendatangkan beberapa keutamaan, antara lain :
- Dihapuskan dosa-dosanya
- Wafat saat menjalankan ibadah umroh pahalanya akan dicatat hingga hari kiamat
- Jihadnya para perempuan
- Doanya akan diijabah Allah Ta’ala
- Dijanjikan Surga
Baca Juga >> Pahala Mengalir Abadi Dengan Wakaf